33.1 C
Jakarta
15 April 2024
Senja News
InternasionalNewsPolitik

Haiti Terjerumus ke Dalam Anarki: Di Mana Ariel Henry?

Senja News – Kondisi Haiti semakin terjerumus ke dalam anarki, dan pertanyaan besar pun muncul: di mana perdana menterinya, Ariel Henry?

Ariel Henry, yang mengambil alih kekuasaan setelah Jovenel Moise pada tahun 2021, tampaknya menghilang sejak pecahnya terbaru dan paling serius dalam beberapa waktu terakhir di negara tersebut. Meskipun berkeliling dunia, dari Selatan hingga Afrika, Henry tetap bungkam dan belum mengumumkan tanggal kepulangan yang pasti. Sementara itu, geng-geng bersenjata memanfaatkan kekosongan kekuasaan dengan tindakan kriminal di seluruh negeri. Mereka berhasil membobol dua penjara, memicu pelarian massal narapidana, dan terlibat baku tembak dengan polisi di bandara utama Haiti pada Senin (4/3/2024)

Parahnya, sebuah dekrit yang menetapkan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam ditandatangani oleh menteri keuangan, yang menjadi pelaksana tugas perdana menteri selama Henry berada di .

“Ini merupakan tanda tanya besar,” kata Jake Johnston, peneliti di Pusat Penelitian Ekonomi dan Kebijakan di Washington, sebagaimana dilansir AP, Rabu (6/3). “Fakta bahwa dia bahkan belum bersuara sejak kekerasan dimulai telah memicu segala macam spekulasi.”

Pada Selasa (5/3), seputar keberadaan Henry mulai terkuak perlahan setelah pejabat mengumumkan bahwa dia mendarat di Puerto Rico. Henry disebut tiba di San Juan dengan sewaan yang berangkat dari New Jersey. Meskipun penerbangan seharusnya menuju Republik Dominika, yang berbagi Pulau Hispaniola dengan Haiti, penerbangan itu berputar-putar sebelum akhirnya menuju Puerto Rico.

Beberapa jam sebelum tiba di Puerto Rico, Dominika mengumumkan penangguhan semua lalu lintas udara dengan Haiti.

Di sisi lain, Jimmy Cherizier, mantan perwira polisi elite yang memimpin federasi geng yang mengaku bertanggung jawab atas anarki di ibu kota Haiti, pada Selasa mengulangi tujuannya: menghalangi kembalinya Henry dan memaksa pengunduran dirinya.

“Tujuan kami adalah mendobrak sistem,” ujar Cherizier, yang dikenal dengan julukan ‘Barbecue,' dalam konferensi pers dadakan di Port-au-Prince.

Meskipun Henry tampak terlibat dalam misi di Kenya untuk mengamankan gagasan pengiriman keamanan multinasional di bawah naungan PBB ke Haiti, ia tetap absen dalam mengatasi masalah di dalam negeri. Pada saat yang sama, ancaman Cherizier dan serangkaian kekerasan yang melanda Haiti meningkatkan tekanan pada dan negara-negara asing lainnya untuk segera mengerahkan pasukan keamanan dan menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut.

Haiti, yang sedang dilanda masalah ekonomi, pangan yang melonjak, dan meningkatnya kekerasan geng kriminal, menemui kesulitan dalam mencapai kesepakatan politik dan menetapkan jadwal pemilihan umum. Sementara Joe Biden telah menjanjikan dukungan, popularitas Ariel Henry di dalam negeri semakin merosot.

Pemerintah AS menolak mengirim pasukan langsung ke Haiti, meskipun mendukung gagasan pasukan keamanan multinasional di bawah naungan PBB. Namun, kepemimpinan yang tidak efektif dari Ariel Henry dan meningkatnya ketidakstabilan di Haiti menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan intervensi militer di masa depan. Situasi yang semakin rumit ini memerlukan penanganan yang cermat dan tegas dari komunitas internasional.

Pos Terkait

Puncak Arus Balik, Lalu Lintas Tol Cikampek Arah Jakarta Macet di Beberapa Lokasi

Wahyuni Wahyuni

Marsda Purnawirawan Asep Adang Angkat Bicara Terkait Keterkaitan Namanya dengan Pengemudi Fortuner Berplat TNI

Wahyuni Wahyuni

Bentrok TNI AL dengan Brimob di Sorong, yang Menyebabkan 5 Anggota Terluka, Ternyata Akibat Salah Paham

Wahyuni Wahyuni

Gerhana Matahari Total: Prediksi Jadwal di Indonesia dan Dunia

Wahyuni Wahyuni

Iran Menegaskan Peluncuran Drone dan Rudal ke Israel

Wahyuni Wahyuni

Waspada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Jangan Datang ke Jakarta Hanya untuk Mengubah KTP dan Kembali Lagi

Wahyuni Wahyuni
Memuat....