33.1 C
Jakarta
15 April 2024
Senja News
Internasional

Penderitaan Mengerikan: Pasangan Spanyol Alami Peristiwa Tragis Selama Tur Motor Dunia di India

Senja News – Media sosial kini dihebohkan oleh kisah tragis yang menimpa Fernanda, seorang blogger berusia 28 tahun asal , dan suaminya, Vincente, saat menjalani perjalanan naik motor keliling .

Fernanda menjadi korban perkosaan oleh sekelompok orang atau gang rape di India pada Jumat (1/3/2024) malam waktu setempat. Kejadian itu terjadi ketika pasangan suami istri asal Spanyol sedang melakukan tur motor keliling beberapa negara dan singgah di wilayah timur India yang cukup terpencil, tepatnya di distrik Dumka, negara bagian Jharkhand, seperti dilaporkan oleh The Independent.

Pada malam Jumat tersebut, pasangan ini diserang oleh sejumlah orang saat mereka hendak mendirikan tenda untuk bermalam. Perkosaan yang melibatkan tujuh orang terjadi setelah pasangan tersebut menjelajahi 66 negara dalam perjalanan sepeda motor sebelumnya. Setelah menyelesaikan perjalanan ke Sri Lanka, mereka melanjutkan perjalanan ke India, menuju Nepal melalui Bhagalpur. Ketika kejadian terjadi, pasangan ini sedang dalam perjalanan menuju Nepal.

Dalam , Vincente, yang bibir bawahnya bengkak, mengungkapkan serangan brutal yang menimpa mereka. Mereka dikalahkan, dipaksa dengan pisau, dan diancam akan dibunuh oleh tujuh pria. Fernanda kemudian diperkosa di depan pasangannya. Pasangan tersebut dianiaya dan dirampok, meskipun jumlah rampokannya tidak banyak, karena yang mereka inginkan hanyalah memperkosa Fernanda. Pasangan ini akhirnya ditempatkan di rumah sakit bersama setempat.

Menurut Times of India, petugas polisi Dumka Pitamber Singh Kherwar menyatakan bahwa semua tersangka telah diidentifikasi, dan empat di antaranya telah ditangkap dan mengakui perbuatan mereka. Saat ini, tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi. Pemeriksaan medis terhadap Fernanda membenarkan bahwa dia mengalami pelecehan seksual, dan pasangan tersebut sedang dirawat di rumah sakit setempat di Dumka.

“Pasangan ini sedang menjalani tur bersepeda melintasi Asia Selatan dan telah melakukan perjalanan ke Pakistan dan Bangladesh. Mereka menuju Nepal setelah memasuki India melalui Benggala Barat,” kata Kherwar.

Pasangan tersebut mendirikan tenda di kawasan semi-, sekitar 2 km dari jalan utama. Namun, sekitar tujuh orang memasuki tenda mereka setelah beberapa waktu dan melakukan serangan, sambil merampok barang-barang milik mereka. Pasangan ini kemudian menghentikan kendaraan patroli polisi pada pukul 11 malam pada malam yang sama dan langsung dibawa ke rumah sakit.

“Pihak kepolisian telah membentuk tim untuk mengejar tersangka yang masih bebas. Kami harus memastikan hukuman yang tegas,” ujar Kherwar kepada AFP.

Kedutaan Besar di India sudah berhubungan dengan pihak berwenang setempat dan mengirimkan perwakilan pribadi ke wilayah tersebut, seperti yang dilaporkan oleh BBC. Wanita dan suaminya dianggap sebagai korban serangan yang serius. Kedutaan mengonfirmasi bahwa mereka telah menghubungi wanita tersebut, pihak berwenang setempat, dan kedutaan Spanyol, karena pasangan ini menggunakan paspor Spanyol untuk memasuki India.

Kedutaan Besar Spanyol menyatakan bahwa mereka telah menawarkan semua bantuan yang tersedia, termasuk perawatan psikologis, namun tawaran tersebut ditolak oleh para korban karena mereka sudah menerima perawatan darurat dari layanan India.

Dalam konteks ini, kedutaan Spanyol juga menyampaikan komentarnya melalui akun media sosialnya, menegaskan pentingnya persatuan dan komitmen untuk mengakhiri terhadap di seluruh dunia.

Sebelumnya, percakapan seputar pemerkosaan dan kekerasan seksual di India mencuat setelah pemerkosaan dan beramai-ramai terhadap seorang wanita di sebuah di Delhi pada tahun 2012 memicu protes besar-besaran dan perubahan undang-undang pemerkosaan di negara tersebut.

Pos Terkait

Puncak Arus Balik, Lalu Lintas Tol Cikampek Arah Jakarta Macet di Beberapa Lokasi

Wahyuni Wahyuni

Gerhana Matahari Total: Prediksi Jadwal di Indonesia dan Dunia

Wahyuni Wahyuni

Iran Menegaskan Peluncuran Drone dan Rudal ke Israel

Wahyuni Wahyuni

Kisah Heroik Maya: WNI yang Menyelamatkan Majikannya saat Gempa Dahsyat di Taiwan

Wahyuni Wahyuni

37 Turis Tiongkok Dikurung di Toko Kasur karena Menolak Membeli Suvenir

Wahyuni Wahyuni

Impor Biji-Bijian China Meningkat pada Januari-Februari 2024

Wahyuni Wahyuni
Memuat....