33.1 C
Jakarta
15 April 2024
Senja News
Finance

Dampak Kebijakan The Fed: Rupiah Melemah di Awal Pekan

Senja News terhadap mengalami penurunan pada awal pekan ini, dipicu oleh sinyal kurang dovish dari sentral Serikat (), The Fed, terkait kebijakan suku bunga acuannya (Fed Funds Rate – FFR)

Pada pembukaan perdagangan Senin (26/2/2024), rupiah melemah sebesar 25 poin atau 0,16 persen, mencapai Rp 15.623 per AS dari sebelumnya Rp 15.598 per dolar AS. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, , menyampaikan bahwa pernyataan John Williams, salah satu pejabat The Fed, menunjukkan bahwa arah perekonomian AS sesuai harapan.

Meskipun Williams tidak memberikan sinyal dovish yang kuat, dengan menyatakan bahwa The Fed kemungkinan tidak akan menurunkan suku bunganya dalam waktu dekat, imbal hasil atau yield US Treasury (UST) 10 tahun turun tujuh basis poin () menjadi 4,25 persen.

Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor panjang turun satu bps, sementara yield obligasi tenor pendek tetap stabil. Volume perdagangan obligasi Pemerintah Indonesia menurun pada pekan lalu, mencapai rata-rata Rp 15,89 triliun, dibandingkan dengan volume sebesar Rp 29,21 triliun pekan sebelumnya.

Josua memperkirakan bahwa terhadap dolar AS pada hari ini akan berada di kisaran Rp 15.550 hingga Rp 15.650 per dolar AS.

Pos Terkait

Bos BNI Berbicara Tentang Kemungkinan Sea Bank Bergabung dengan Hibank

Wahyuni Wahyuni

Sah! BCA Siap Bagikan Dividen Sebesar Rp 33,2 Triliun dari Laba Tahun 2023

Wahyuni Wahyuni

Mengejutkan! Harga Emas Hari Ini Kembali Menguat!

vina sejati

Prakiraan Harga Bitcoin dan Ethereum untuk Maret-April 2024: Tren Bullish Memimpin Peningkatan

vina sejati

Dolar AS Proyeksi Melemah: Gubernur BI Meramalkan Penguatan Rupiah di Semester II-2024

vina sejati

Pemastian Stok dan Harga Beras Normal Selama Ramadan oleh Badan Pangan Nasional

vina sejati
Memuat....