33.1 C
Jakarta
15 April 2024
Senja News
NasionalNewsPolitik

Tim Ganjar-Mahfud Gandeng Pakar untuk Ungkap Kecurangan Pilpres 2024 dan Dampak Kebijakan Jokowi

Senja News – Tim Pembela dan Keadilan (TPDK) Ganjar- mengambil langkah tegas dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai bidang untuk membuktikan dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada () 2024. Dalam pernyataan resmi, Wakil Ketua TPDK Heny Yosodiningraat mengungkapkan bahwa tim ini kini diperkuat oleh pakar yang memiliki kredibilitas di bidang hukum, audit forensik informasi dan teknologi, , , sosiologi, komunikasi, dan psikologi.

“Kami mengapresiasi antusiasme yang tinggi dari para pakar, kelompok pro demokrasi, ahli forensik IT, dan semua pihak yang turut membantu mengidentifikasi, menginvestigasi, dan mengungkapkan berbagai kecurangan yang bersifat TSM ini,” ungkap Henry dalam siaran pers pada Senin (19/2/2024).

Heny menjelaskan bahwa tim khusus ini sedang menyelidiki hubungan antara kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh Joko Widodo dengan perilaku pemilih, yang diduga dapat menguntungkan pasangan calon nomor urut 2, - Rakabuming. Dia menambahkan bahwa tim TPDK secara kritis menilai kerusakan demokrasi dan penyelenggaraan sebagai yang terburuk sejak era Reformasi.

“Perjuangan kami adalah untuk mengembalikan kedaulatan rakyat melalui prinsip-prinsip supremasi hukum dan keadilan,” tegas Henry. Sementara itu, Ketua TPDK Todung Mulya Lubis mengajak seluruh untuk turut serta dalam mengungkap dugaan kecurangan pada . “Kami membuka diri terhadap partisipasi dari seluruh bangsa yang ingin berkontribusi mengungkapkan kecurangan pada Pilpres 2024 ini,” kata Todung.

Menurut Todung, partisipasi masyarakat sangat penting agar Indonesia dapat kembali ke jalur demokrasi sesuai aturan hukum atau rule of law. Ia juga menekankan bahwa perjuangan ini dilakukan untuk memastikan demokrasi berpusat pada kedaulatan rakyat, bukan pada demokrasi yang hanya mengejar kekuasaan tanpa aturan. Todung menyoroti pentingnya upaya ini, terutama dengan adanya pemilihan kepala daerah serentak se-Indonesia pada November 2024 mendatang.

“Jika kita tidak menempuh perjuangan ini, kita berpotensi menghadapi ketidakpercayaan terhadap proses demokrasi di masa depan,” tambahnya. TPDK sendiri dibentuk sebagai respons terhadap kesepakatan politik pengusung pasangan calon nomor urut 3, -Mahfud MD, untuk menyelidiki dugaan kecurangan pada Pilpres 2024.

Pos Terkait

Polisi Terapkan One Way Arah Puncak Bogor Pagi Ini

Wahyuni Wahyuni

Marsda Purnawirawan Asep Adang Angkat Bicara Terkait Keterkaitan Namanya dengan Pengemudi Fortuner Berplat TNI

Wahyuni Wahyuni

Bentrok TNI AL dengan Brimob di Sorong, yang Menyebabkan 5 Anggota Terluka, Ternyata Akibat Salah Paham

Wahyuni Wahyuni

Arus Kembali di Tol Japek 2, Kendaraan Mandek Selama 5 KM

Wahyuni Wahyuni

Waspada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Jangan Datang ke Jakarta Hanya untuk Mengubah KTP dan Kembali Lagi

Wahyuni Wahyuni

Penampakan Macetnya Puncak di Libur Lebaran: Jalan Tol Berubah Menjadi Lapak Dagang

Wahyuni Wahyuni
Memuat....