33.1 C
Jakarta
15 April 2024
Senja News
InternasionalNewsPolitik

Kremlin Kecam Tudingan Barat Terkait Kematian Alexei Navalny

Senja News – Kantor kepresidenan , , mengecam keras tudingan dari negara-negara Barat terkait kematian tokoh oposisi, , di dalam penjara. Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, menyatakan bahwa reaksi histeris dari para pemimpin Barat terhadap kabar kematian Navalny dianggap sebagai sesuatu yang “benar-benar tidak bisa diterima.”

Peskov menekankan bahwa menilai tudingan yang dilontarkan oleh negara-negara Barat tidak dapat diterima, terutama mengingat belum ada informasi resmi dari otoritas terkait mengenai penyebab kematian Navalny.

“Saat ini, belum ada informasi resmi mengenai penyebab kematiannya. Namun, pernyataan-pernyataan seperti itu terus bermunculan. Jelas sekali, (pernyataan-pernyataan) ini benar-benar gila,” ucap Peskov dalam tanggapannya terhadap tudingan Barat yang mengaitkan Kremlin dengan kematian Navalny.

“Pernyataan-pernyataan semacam itu sama sekali tidak dapat diterima. Itu tidak dapat diterima,” tegasnya seperti yang dilaporkan oleh kantor TASS.

Zakharova, juru bicara Kementerian Rusia, juga mengecam negara-negara Barat dan anggota karena terburu- dalam melontarkan tudingan terkait kematian Navalny.

“Para pemimpin negara-negara NATO telah mengekspos diri mereka sendiri dengan reaksi spontan mereka terhadap kematian Navalny, dengan melontarkan tuduhan langsung terhadap Rusia,” ujar Zakharova.

Kementerian Luar Negeri Rusia secara resmi menyerukan semua pihak untuk menahan diri agar tidak melontarkan berbagai tuduhan terkait kematian Navalny.

“Kematian seseorang selalu merupakan sebuah . Daripada melontarkan tuduhan besar-besaran, kita harus menahan diri dan menunggu hasil resmi dari pemeriksaan medis forensik,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sebelumnya, pihak berwenang Rusia mengumumkan bahwa Navalny meninggal pada Jumat (16/2) di penjara Arktik, sekitar sebulan sebelum yang akan memperpanjang kekuasaan digelar. Navalny dianggap sebagai kritikus paling tajam terhadap Putin dan menjalani hukuman penjara 19 tahun yang dianggap bermotif .

Pos Terkait

Puncak Arus Balik, Lalu Lintas Tol Cikampek Arah Jakarta Macet di Beberapa Lokasi

Wahyuni Wahyuni

Marsda Purnawirawan Asep Adang Angkat Bicara Terkait Keterkaitan Namanya dengan Pengemudi Fortuner Berplat TNI

Wahyuni Wahyuni

Bentrok TNI AL dengan Brimob di Sorong, yang Menyebabkan 5 Anggota Terluka, Ternyata Akibat Salah Paham

Wahyuni Wahyuni

Gerhana Matahari Total: Prediksi Jadwal di Indonesia dan Dunia

Wahyuni Wahyuni

Iran Menegaskan Peluncuran Drone dan Rudal ke Israel

Wahyuni Wahyuni

Waspada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Jangan Datang ke Jakarta Hanya untuk Mengubah KTP dan Kembali Lagi

Wahyuni Wahyuni
Memuat....