26.3 C
Jakarta
18 April 2024
Senja News
NasionalNewsPolitik

Tom Lembong Mengkritik Kebijakan Pemerintah dalam Kerangka Global: Kehati-hatian yang Merugikan

Tom Lembong Mengkritik Kebijakan Pemerintah dalam Kerangka Global: Kehati-hatian yang Merugikan

, Co-Captain , menyoroti atas sikapnya yang dinilai plin-plan dalam mengambil posisi di kancah serta dalam menjalin hubungan dengan negara lain. Kritik ini disampaikannya di Grand Hyatt, , pada hari Selasa (30/1)

Menurut Tom, saat ini pemerintah cenderung takut untuk mengambil posisi karena terlalu mempertimbangkan dampaknya terhadap dan ekspor. “Jangan sampai kita diboikot atau jangan sampai kita diblokir,” ujarnya. Akan tetapi, Tom menyatakan bahwa sikap seperti ini dapat menyebabkan negara lain kehilangan rasa hormat terhadap , karena dianggap tidak konsisten.

Tom menyampaikan kekecewaannya terhadap langkah-langkah pemerintah yang dinilainya mundur dan tidak konsisten ketika dihadapkan pada tekanan di bidang investasi atau perdagangan. Ia menganggap sikap pemerintah plin-plan dan tidak tegas, sehingga menyebabkan ketidakjelasan.

Menurut Tom, negara-negara yang mendapat penghormatan dan kepercayaan sebagai bagian dari rantai pasok adalah negara-negara yang konsisten dengan nilai dan norma mereka. Ia menekankan pentingnya keseragaman dalam menentukan nilai dan norma, bahkan jika ada perbedaan pandangan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah tengah bekerja sama dengan dalam mengembangkan baterai jenis lithium ferro-phosphate (LFP). Hal ini disampaikannya sebagai tanggapan terhadap isu hilirisasi di Indonesia yang diperbincangkan oleh Tom Lembong.

Luhut menjelaskan bahwa Indonesia bersyukur dapat mengembangkan LFP bersama China, termasuk sama dalam pengembangan lithium baterai. Meskipun demikian, kritik Tom Lembong terhadap konsistensi pemerintah dalam kebijakan internasional tetap menjadi sorotan, menekankan perlunya konsistensi dan ketegasan sebagai landasan kebijakan negara.

Baca juga: Kontroversi terkait besaran uang transportasi yang diterima oleh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjadi sorotan utama di media sosial.

Pos Terkait

Kepuncak Joko Anwar dalam Penulisan Cerita di “Siksa Kubur”

Wahyuni Wahyuni

Selebgram Jaksel Sudah 4 Kali Coba Bunuh Diri tapi Gagal, Ungkap Polisi

Wahyuni Wahyuni

Tentang Lily: Aku yang Mengadzaninya

Wahyuni Wahyuni

Upah Tak Dibayar, Motif Tukang Kebun Bunuh dan Mencor Pria di Bandung Barat

Wahyuni Wahyuni

Polisi Periksa Pacar Selebgram Jakarta Selatan yang Bunuh Diri Sambil Live IG

Wahyuni Wahyuni

Sanksi Penggunaan Pelat TNI Palsu dalam Kasus Sopir Toyota Fortuner yang Arogan di Tol

Wahyuni Wahyuni
Memuat....