33.1 C
Jakarta
15 April 2024
Senja News
InternasionalNews

Putin, Invasi Rusia Bisa Dihentikan Jika Ukraina Memenuhi 4 Syarat

46. Putin, Invasi Rusia Bisa Dihentikan Jika Ukraina Memenuhi 4 Syarat

Kik play untuk mendengar

, Senja News – Terlihat semakin memanas, di hari ke-13 semakin menyulitkan Presiden Volodymyr kembali menuduh Negara yang memiliki terkuat di itu telah menyerang sipilnya.

Tetapi saat ini dikabarkan Menteri Rusia dan Menteri Luar Negeri Ukraina sedang merencanakan pertemuan di Turki untuk mencapai kesepakatan tentang perang ini. Pertemuan ini telah diumumkan secara langsung oleh Asal Turki Mevlut Cavusoglu.

Jika pertemuan ini benar-benar dilakukan maka akan menjadi yang pertama kali setelah Rusia lakukan terhadap ukraina. Ada alasan lain pertemuan tersebut dilakukan di Turki karena negara tersebut termasuk anggota NATO serta memiliki hubungan diplomasi yang erat dengan serta Kiev.

4 Syarat yang Diinginkan Rusia untuk Menghentikan Invasi

4 Syarat yang Diinginkan Rusia

pernah menjelaskan bahwa negaranya akan memberhentikan perang jika Ukraina berhenti melawan. Serta, mengancam semua negara mencoba untuk mencoba ikut campur terhadap aksi militer tersebut.

Selain salah satu syarat tersebut, melalui juru bicara , Dmitry Peskov hari Senin lalu. Jubir mengatakan bahwa terdapat empat syarat yang diingin Rusia untuk dipenuhi oleh Ukraina.

Jika Ukraina bersedia memenuhi keempat syarat tersebut, Rusia akan menghentikan semua operasi militer saat ini masih dilakukan. Keempat syarat tersebut terdiri dari,

  1. Ukraina menghentikan semua aksi militer dan berhenti melawan.
  2. Syarat kedua setuju untuk mengubah konstitusi serta mengabadikan kenetralitasannya.
  3. Ketiga, mengakui bahwa wilayah Crimea adalah termasuk wilayah dari Rusia secara resmi.
  4. terakhir mengakui republik donetsk serta luhansk sebagai negara yang merdeka.

Dymitri Peskov menjelaskan bahwa Ukraina telah mengetahui persyaratan diajukan oleh negaranya untuk mengehentikan operasi militernya. Tetapi tidak ada respon apapun dari negara Ukraina terhadap persayaratan tersebut.

Seperti yang dijelaskan di awal, untuk memerbaiki suasana terus memanas saat ini. dikabarkan kedua Menteri Luar Negeri dari dua negara akan melakukan pertemuan untuk pertama kalinya setelah invasi militer di Turki.

Dipilihnya lokasi Turki karena hubungan diplomasi sangat baik dengan kedua wilayah yang memanas tersebut. Selain itu Turki juga termasuk ke dalam anggota NATO, namun sampai saat ini belum diketahui pasti waktu pertemuan tersebut.

Baca juga : Nikmati Keindahan Danau Tiga Warna di Taman Nasional Kelimutu, NTT

Pos Terkait

Puncak Arus Balik, Lalu Lintas Tol Cikampek Arah Jakarta Macet di Beberapa Lokasi

Wahyuni Wahyuni

Marsda Purnawirawan Asep Adang Angkat Bicara Terkait Keterkaitan Namanya dengan Pengemudi Fortuner Berplat TNI

Wahyuni Wahyuni

Bentrok TNI AL dengan Brimob di Sorong, yang Menyebabkan 5 Anggota Terluka, Ternyata Akibat Salah Paham

Wahyuni Wahyuni

Gerhana Matahari Total: Prediksi Jadwal di Indonesia dan Dunia

Wahyuni Wahyuni

Iran Menegaskan Peluncuran Drone dan Rudal ke Israel

Wahyuni Wahyuni

Waspada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Jangan Datang ke Jakarta Hanya untuk Mengubah KTP dan Kembali Lagi

Wahyuni Wahyuni
Memuat....