33.1 C
Jakarta
15 April 2024
Senja News
NewsWisata

Alasan Pemprov DKI Menghentikan Sementara Ganjil-Genap Pada Kawasan Wisata

18. Alasan Pemprov DKI Menghentikan Sementara Ganjil Genap Pada Kawasan Wisata

Kik play untuk mendengar

, Senja News – Mungkin ada yang penasaran mengenai aturan baru di kawasan untuk jalur ganjil dan genap. Karena biasanya, DKI, terus memberlakukan aturan seperti ini jika ada libur di masa seperti sekarang.

Akhirnya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Lupito memberikan pendapatnya mengenai aturan baru tersebut. Ia mengatakan jika pemberhentian sementara itu atas aturan langsung dari Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri)

Aturan tersebut tertuang pada No. 10 tahun 2022 yang menyatakan untuk tidak ada lagi  pemberlakuan pembatasan kendaraan secara ketat. Khususnya menggunakan aturan pelat ganjil-genap pada area wisata.

PPKM Level 3 Menjadi Alasan Utamanya

Ditiadakannya pembatasan kendaraan ketat dengan memberlakukan ganjil-genap, bukan berarti Provinsi Jakarta sudah bebas. Hal itu dikarenakan sudah adanya PPKM level 3.

Seperti yang sudah diketahui, bahwa pada hari Kamis, 18 2022, PPKM level 3 sudah dimulai. Hal tersebut, tentu sebagian , kantor dan lainnya memberlakukan WFH atau work from Home.

Lalu untuk yang seolah melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Jalanan menjadi sangat sepi apalagi masa liburan sudah berakhir. Tidak salah bila aturan ganjil-genap di kawasan wisata tidak ada.

Biasanya memang lokawisata selalu ramai dikunjungi . Sejak tempat wisata kembali dibuka setelah normal, memang menjadi sangat ramai.

Ketika hari libur nasional tiba apalagi durasinya panjang, biasanya Pemprov DKI memberlakukan pengetatan lalu lintas dengan adanya rancangan .

Sekarang, karena kembali diadakan PPKM serta volume kendaraan di wilayah wisata berkurang, akhirnya tidak diberlakukan sementara. Lalu, Syafrin juga memberikan pernyataannya.

Ia mengatakan bahwa aturan ini hanya mengikuti Inmindagri Nomor 10 Tahun 2022 saja. Jadi, menyesuaikan sesuai dengan aturan yang ada. Syafrin juga mengatakan bahwa selama masa PPKM level 3, jumlah pengunjung di tempat wisata dikurangi.

Meski ada kembali, memang tempat wisata terus dibuka dengan ketentuan 50 persen dari jumlah pengunjung biasanya. Aturan ini harus ditaati dan diperketat. Sehingga tidak menimbulkan kerumunan fatal.

Pembatasan pengunjung dengan 50 persen dari kapasitas, tentu jalanan menuju kawasan wisata tidak terlalu ramai. Sehingga aturan ganjil genap belum diperlukan untuk saat ini.

Selain dihimbau dari intruksi , juga dari Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kebijakan ganjil genap di tempat wisata, pada masa PPKM level 3 sekarang ini, memang tidak diberlakukan lagi.

Masih Diberlakukan Ganjil Genap di 13 Ruas Ibu Kota

Perlu Anda ketahui, ini hanya sementara saja. Selama masih diberlakukannya lockdown level ketiga. Jika sudah selesai, maka akan diberlakukan lagi karena sudah pasti akan sangat ramai.

Bahkan Dirlintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan, jika aturan tersebut sudah sesuai dengan yang ada di Surat Keputusan atau SK oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang diterbitkan pada tanggal 14 Februari kemarin.

Berdasarkan keterangannya, Kombes Sambodo mengatakan dari SK dari Kadishub Nomor 80 tahun 2022 diterbitkan 14 Februari 2022, paling tidak selama satu minggu ke depan, saat pelaksanaan PPKM level 3, tidak ada proses ganjil genap.

Hal tersebut karena memang pembatasan pengunjung di lokawisata sudah ada aturannya sendiri. Sehingga jalur lalu lintas menjadi lebih lapang.

Kegiatan di DKI juga telah menurun semenjak aturan pembatasan kegiatan level 3 diberlakukan. Meski begitu, pada 13 ruas di wilayah kota ada yang masih menerapkan aturan ganjil genap.

Sementara ini memang lalu lintas terbilang lancar dan rencana ditiadakan ganjil genap belum ada masalah. Perkembangan akan terus dipantau selama masa PPKM ini.

Baca juga : Fakta Terbaru Bahwa Efektivitas Vaksin Menurun Setelah 4 Bulan

Pos Terkait

Marsda Purnawirawan Asep Adang Angkat Bicara Terkait Keterkaitan Namanya dengan Pengemudi Fortuner Berplat TNI

Wahyuni Wahyuni

Bentrok TNI AL dengan Brimob di Sorong, yang Menyebabkan 5 Anggota Terluka, Ternyata Akibat Salah Paham

Wahyuni Wahyuni

Waspada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Jangan Datang ke Jakarta Hanya untuk Mengubah KTP dan Kembali Lagi

Wahyuni Wahyuni

Penemuan Jenazah Pria Sehari Usai Mobil Es Krim Menepi di Jalan Sudirman

Wahyuni Wahyuni

“Sosok Ukar: Sopir Grand Max yang Meninggal di Tol Cikampek setelah Empat Hari Bolak-balik Jakarta-Ciamis Jelang Lebaran”

Wahyuni Wahyuni

Kronologi Pembunuhan Danramil Aradide Papua oleh OPM

Wahyuni Wahyuni
Memuat....