13 Juni 2024
Senja News
NasionalNews

Fakta Dibalik Konflik Aparat dan Warga Desa Wadas

Fakta Dibalik Konflik Aparat dan Warga Desa Wadas

Jakarta, Senja News – Hingga hari ini, Kamis 10 2022, ketegangan di desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, sepertinya belum mereda. Hal ini terlihat dengan masih ada petugas keamanan yang berjaga di sekitar wilayah tersebut.

Sebelumnya, pada Selasa 8 Februari 2022 sebuah video yang memperlihatkan antara warga desa Wadas dengan aparat gabungan dari TNI dan Polisi. Hal ini dipicu dari adanya rencana proyek pembangunan bendungan yang ada di desa tersebut.

Dalam kejadian tersebut, puluhan warga desa Wadas juga dilaporkan ditangkap oleh aparat. Hal ini sempat membuat warganet heboh sehingga tagar #SaveWadas ramai di media sosial hingga memicu berbagai komentar dari masyarakat.

Menurut beredar, warga yang ditangkap tersebut merupakan warga dari kelompok menolak terhadap proyek tersebut. Warga tersebut menolak lahannya dibebaskan untuk proyek penambangan batu andesit yang mencapai 124 hektar.

Perlu diketahui, batu andesit ini nantinya akan digunakan sebagai material untuk membangun waduk di desa tersebut. Akan tetapi warga menolak karena khawatir aktivitas penambangan akan merusak mata yang sawah mereka.

Proyek Waduk Bener di Kawasan Purworejo

Berdasarkan dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Waduk Bener yang menjadi akar konflik ini merupakan waduk yang berada di kawasan Kabupaten Purworejo, Tengah.

Menurut rencana, waduk ini dimanfaatkan untuk mengairi sawah dengan perkiraan luas 15.069 hektar. Hal ini sebagaimana program pemerintah yang akan memperbanyak waduh dengan tujuan untuk mendukung proyek ketahanan .

Waduk Bener juga diharapkan mampu mengurangi debit sebesar 210 meter kubik per detik. Selain itu, waduk ini juga akan menyediakan air baku sebanyak 1.60 meter per detik serta menghasilkan listrik sebesar 6 MW.

Nama Waduk Bener sendiri diambil dari lokasinya yang terdapat di Kecamatan Bener. Sedangkan pemilik proyek ini sendiri adalah Balai Besar Wilayah Serayu Opak yang ada di bawah naungan Ditjen Sumber Daya Air PUPR.

Lokasi pembangunan proyek Waduk Bener sendiri berada di desa Wadas yang menjadi lokasi konflik antara warga dan aparat gabungan TNI dan . Meskipun sempat ada yang ditangkap, kabarnya saat ini seluruh warga tersebut sudah dibebaskan kembali.

Kronologi Konflik di Desa Bener

Sebelum konflik terjadi, terlihat tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) datang ke lokasi dengan didampingi oleh aparat gabungan TNI dan Polisi. Saat kunjungan tersebut terdapat sekitar 250 aparat gabungan TNI, Polri dan Satpol serta 70 petugas BPN serta Dinas Pertanian.

Kedatangan petugas dan aparat gabungan tersebut bertujuan untuk melakukan pengukuran dan penghitungan tanaman tumbuh yang bakal menjadi proyek pembangunan Waduk Bener tersebut.

Menurut Kombes Pol M Iqbal, pendampingan oleh polisi dan TNI ini dilakukan setelah adanya audiensi antara Kelapa Kanwil BPN dengan Kapolda Jateng. Hal ini berkaitan dengan agenda pengukuran dan perhitungan lahan yang akan dilakukan di lokasi tersebut.

Berdasarkan permohonan tersebut, selanjutnya Kapolda Jateng berkoordinasi dengan stakeholder berkaitan untuk mendukung pelaksanaan pengukuran yang akan dilakukan oleh tim BPN di desa Wadas.

Pada saat akan dilakukan pengukuran, terdapat beberapa warga yang menolak dan tidak terima dengan kedatangan petugas. Alhasil beberapa warga terpaksa diamankan karena dianggap menjadi profokator dan mengancam keselamatan petugas karena membawa senjata tajam.

Hingga saat ini, ketegangan di desa Wadas memang belum sepenuhnya terkendali. Akan tetapi warga yang sempat ditangkap telah dibebaskan. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan peninjauan ulang terhadap ini untuk menghindari konflik berkepanjangan.

Baca juga : Bisnis Sampingan Yang Bisa Dilakukan Freelance Sambil Kuliah

Rekomendasi

Emiten Otomotif Masih Diselimuti Ketidakpastian, Simak Rekomendasi Analis

vina

Menangkal Haji Ilegal secara Manusiawi

vina

Mardani Mundur dari Pencalonan Jika Anies Maju dalam Pilkada DKI Jakarta

vina

Man United telah menyelesaikan serangkaian rapat yang akhirnya menentukan nasib Erik ten Hag.

vina

Vidi Aldiano Mengabarkan Perjalanan Perawatan Kanker Ginjal: ‘Spa Day’ Setiap 3 Minggu

vina

Syifa Hadju dan Rizky Nazar Putus Setelah 5 Tahun Pacaran, Podcast Bareng Jefri Nichol Kembali Viral

vina
Memuat....