29.7 C
Jakarta
4 Maret 2024
Senja News
BudayaNasionalNewsWisata

Pemkot Jakarta Selatan Gandeng UBL Di Festival Lomba Pantun

51. Lestarikan Budaya Betawi, Pemkot Jakarta Selatan Gandeng UBL Di Festival Lomba Pantun

Kik play untuk mendengar

Jakarta, Senja News – Pemerintah kota Jakarta Selatan baru-baru ini telah selesai menggelar Festival Lomba Pantun di Auditorium Universitas Budi Luhur. Lomba pantun tersebut digelar sebagai bentuk dari pelestarian kebudayaan Betawi agar tidak punah.

Universitas Budi Luhur bersama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau TPPKK wilayah Jakarta Selatan memilih untuk melestarikan budaya Betawi. Pantun Betawi menjadi pilihan karena termasuk bagian warisan budaya Indonesia.

Alasan dibalik diselenggarakannya festival lomba adalah ingin mengajak mahasiswa serta masyarakat umum lainnya untuk mulai menggunakan pantun kembali. Terutama ketika bertutur agar lebih menarik dan terdapat nilai seni di dalamnya.

Dengan begitu, masyarakat Indonesia sudah turut membantu untuk melestarikan kebudayaan pantun. Dari situ, pantun akan tetap ada dan menjadi bagian dari salah satu kebudayaan luhur nusantara.

Festival Pantun Betawi Sebagai Upaya Melestarikan Budayanya

Rektor Wendi Usino dari UBL mengatakan bahwa pantun menjadi bagian penting warisan budaya sehingga harus dilestarikan. Bukan hanya pemerintahnya saja yang wajib, tapi masyarakatnya juga turut membantu.

Universitas Budi Luhur menunjukkan kepeduliannya terhadap kebudayaan nusantara agar tidak hilang layaknya ditelan oleh bumi. Mahasiswa dan petinggi UBL berharap adanya festival mampu menjadi penggerak masyarakat agar peduli kebudayaan negerinya.

Festival tersebut diselenggarakan di Auditorium Grha Mahardika Bujana pada hari Kamis dan diikuti oleh TPPKK se-Jakarta Selatan. Acaranya cukup meriah di tambah lagi para pesertanya menggunakan pakaian adat khas betawi.

Pada acara intinya, para peserta diwajibkan untuk mengunggah video pantun yang merupakan karya orisinal. Maksud orisinal di sini adalah, pantunnya merupakan buatan asli para peserta bukan plagiat karya orang lain.

Tidak hanya pantun, acaranya juga menampilkan berbagai pentas seni lain seperti kesenian khas betawi yakni ondel-ondel. Selain ondel-ondel, pertunjukkan palang pintu juga menjadi acara yang tidak boleh dilewatkan di festivalnya.

Mujirin sebagai Wali Kota Jakarta Selatan mengatakan bahwa lomba pantun yang diselenggarakan ini sangat bermakna. Mujirin juga menambahkan bahwa perlombaan pantun nampaknya akan menjadi agenda wajib tahunan.

Yang diharapkan dari adanya perlombaan ini adalah pantun tetap menjadi kebudayaan Indonesia. Lebih dari itu, masyarakat terutama generasi muda tetap mengetahui apa itu pantun dan mungkin menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Adanya festival juga dipergunakan untuk menyebarkan nilai kebudiluhuran kepada para penerus bangsa. Kebudiluhuran di sini merupakan bentuk dari kearifan lokal yang dimiliki oleh negara Indonesia.

Festival Perlombaan Pantun Sudah Diadakan Sejak Lama

Perlu diketahui bahwa festival pantun betawi sudah diadakan sejak lama untuk menghargai dan menjaga kebudayaan bangsa. Apalagi pantun sudah jarang dihadirkan pada acara-acara kebudayaan khususnya betawi.

Namun, pada tahun 2017 lalu festival ini sempat dibatalkan oleh pihak kepolisian. Tidak hanya itu, pada awal pengadaannya, Usamah sebagai salah satu pelopor adanya festival mengatakan sempat ditolak tiga kali.

Tidak hanya menolaknya, tapi seorang pria yang tidak menyetujui diadakannya festival kebudayaan ini juga mencaci pihak panitia. Pria tersebut sempat diduga sebagai salah seorang berpengaruh yang merasa terganggu akan festivalnya.

Namun, akhirnya festival tetap berjalan hingga sekarang ini bahkan ada wacana akan menjadi acara wajib tahunan. Festival menjadi cara terbaik untuk menarik masyarakat agar mau mengenal kebudayaan luhur nusantara.

Apalagi di tahun 2022 ini, festivalnya diadakan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tentu tidak lepas dari Universitas Budi Luhur yang turut mendukung dan mensukseskan jalannya acara.

Universitas budi luhur akan senantiasa mendukung serta menjaga budaya asli negara Indonesia. Hal ini dilakukan agar tidak diakuisisi oleh negara lain dan kebudayaannya tidak hilang.

festival pantun betawi menjadi salah satu cara yang digunakan untuk memperkenalkan budaya kepada masyarakat agar lebih dekat dengan budayanya.

Baca juga : Bertemu Mantan Tim, Harden Lewati Legend Sebagai Top 3

Pos Terkait

Kenaikan Suara PSI Menyita Perhatian: Dugaan Operasi dan Reaksi Tersebar

vina sejati

Mengurai Dinamika Pemilu 2024: Sorotan PSI, Perubahan Parliamentary Threshold, dan Usulan Fraksi Threshold

vina sejati

Besok akan dilaksanakan razia besar-besaran, Ribuan Petugas Gabungan Siapkan Operasi Keselamatan Nasional di Seluruh Indonesia

Siska

Potensi Perbedaan Awal Puasa Ramadhan 1445 H, Menag Mendorong Kebersamaan dan Toleransi Antar Umat Islam

Siska

Kementerian Perhubungan Indonesia Kembali Menggelar Program “Mudik Gratis” untuk Masyarakat

Siska

Prabowo Subianto: Potensi Indonesia dalam Menghasilkan Energi dari Sumber Nabati Membuat Negara Lain Terkagum-kagum

Siska
Memuat....