29.7 C
Jakarta
4 Maret 2024
Senja News
NewsOlahraga

FIFA Perintahkan Brazil dan Argentina Gelar Ulang Laga

Brazil Argentina Wcup Soccer

Kik play untuk mendengar

Jakarta, Senja News – FIFA (Federation Internationale de Football Association) atau Badan Sepak Bola Dunia perintahkan gelaran ulang laga Brazil vs Argentina. Hal ini mengikuti pertandingan yang dihentikan karena adanya dugaan pelanggaran tim tamu.

Pelanggaran sendiri berhubungan dengan karantina Covid-19, menjadikan pejabat kesehatan tim tuan rumah menyerbu lapangan untuk hentikan pertandingan. Kejadian tanggal 5 September lalu ini memunculkan perseteruan antara tim maupun ofisial tim.

FIFA: Usai Penyelidikan, Keputusannya Pertandingan Harus Digelar Kembali

Melansir dari AFP, FIFA telah memberikan pernyataan resmi pada Senin waktu setempat, bahwa gelaran ini harus diulang. Keputusan muncul setelah dilakukan penyelidikan mendetail berdasarkan berbagai elemen yang faktual.

Komite disiplin dari FIFA sendiri telah melakukan pertimbangan berdasarkan peraturan berlaku. Menghasilkan keputusan bahwa pertandingan harus digelar ulang pada lokasi serta tanggal yang akan ditentukan badan tersebut.

Pada hari Senin lalu, perwakilan Badan Sepak Bola Dunia juga menyebutkan bahwa pengabaian pertandingan asalnya dari kurangnya tanggung jawab. “Khususnya dari masing-masing pihak terlibat didalamnya.”

Buntut dari perseteruan tersebut adalah turunnya sanksi pada beberapa pihak. Pertama adanya larangan kepada empat pemain Argentina untuk berlaga di dua pertandingan. Alasannya karena melanggar protokol dari FIFA.

Pemain yang terkena sanksi tersebut adalah Emiliano Martinez dan Emiliano Buendia, duo asal Aston Villa. Berikutnya ada pemain asal Tottenham, yaitu Cristian Romero dan Giovani lo Celso.

Selain itu beberapa denda juga dikenakan untuk dua federasi nasional sepak bola tersebut. Pertama sebesar 50.000 Franc Swiss untuk kedua pihak. Alasannya karena adanya unsur mengabaikan pertandingan.

Sedangkan untuk masing-masing federasi, pihak Brazil terkena denda kisaran $540.000. Denda tersebut kurang lebih sebanyak 500.000 Franc Swiss. Diberikan karena melanggar keamanan dan ketertiban selama laga berlangsung.

Asosiasi Sepak Bola dari Argentina sendiri diharuskan membayar 200.000 Franc Swiss. Denda ini diberikan karena gagal memenuhi kewajiban laga. Khususnya tentang keamanan, ketertiban, persiapan, serta partisipasi.

Sebelumnya, Empat Pemain Argentina Diduga Langgar Ketentuan Karantina

Drama pada September tahun lalu ini sendiri terjadi karena dugaan bahwa empat pemain Argentina melanggar protokol Covid-19. Beberapa jam sebelum serbuan ke lapangan terjadi, ANVISA sudah menyatakan hal tersebut.

ANVISA (Brazilian health Regulatory Agency) sendiri merupakan Badan Pengawas Kesehatan Nasional dari tim tuan rumah. Menurut badan tersebut, para pemain memasuki Brazil dengan memberi informasi palsu.

Hal ini melanggar aturan dari Brazil. Tepatnya pendatang yang baru dari UK selama 14 hari sebelum memasuki Brazil, harus menjalani karantina selama 2 minggu setelah kedatangan.

Empat pemain tersebut kemudian diarahkan untuk melanjutkan karantina sebelum dideportasi ke negara asal. Namun bahkan mereka tidak melakukannya, karena kedapatan tetap datang ke stadium dan memasuki lapangan.

Laga pada 5 September lalu dihentikan 5 menit setelah kick-off dimulai. Kemudian sekitar satu jam setelah pertandingan dihentikan, baru muncul pengumuman mengenai keputusan ditundanya laga antara Brazil dan Argentina.

Direktur ANVISA, Antonio Barra Torres, saat ini memberikan pembelaan. Menurutnya tindakan mereka sudah tepat. Mengingat bahkan sebelum pertandingan, peraturan ANVISA bahkan sudah dilanggar oleh tim tamu.

Komisaris pertandingan ketika itu menyebutkan akan memasukkan laporan ke komite disiplin FIFA. Sehingga akan diambil langkah pastinya. Mengingat prosedur tersebut telah dilanggar sesuai dengan regulasi saat ini.

Hampir lima bulan setelah ditundanya laga karena pelanggaran protokol kesehatan, kini FIFA telah memberikan keputusannya. Selain denda yang harus dibayarkan, kedua pihak tim nasional diharuskan melakukan pertandingan kembali.

Mengingat kedua negara memang belum terkalahkan di kualifikasi South America Zone. Namun dipastikan sudah berada di 10 tim teratas dalam grup, walaupun masih ada tiga laga yang harus dijalani.

Baca juga : Pengangkatan CEO Bukalapak yang Baru untuk Menggantikan Rachmat Kaimuddin

Pos Terkait

Besok akan dilaksanakan razia besar-besaran, Ribuan Petugas Gabungan Siapkan Operasi Keselamatan Nasional di Seluruh Indonesia

Siska

Potensi Perbedaan Awal Puasa Ramadhan 1445 H, Menag Mendorong Kebersamaan dan Toleransi Antar Umat Islam

Siska

Kementerian Perhubungan Indonesia Kembali Menggelar Program “Mudik Gratis” untuk Masyarakat

Siska

Prabowo Subianto: Potensi Indonesia dalam Menghasilkan Energi dari Sumber Nabati Membuat Negara Lain Terkagum-kagum

Siska

Polisi Menghadap Gus Samsudin Terkait Konten Tukar Pasangan: Takut Kabur Dari Penyelidikan

Siska

PBB Mendorong Penyelidikan Terkait Pembunuhan Warga Gaza yang Menunggu Bantuan

vina sejati
Memuat....